Rabu, 07 April 2021

Pengendalian Sistem Informasi Berdasarkan Komputer

 Penulisan :

PENGENDALIAN DENGAN PRINSIP KEANDALAN

Empat Prinsip Keandalan Sistem (Berdasarkan Sys Trust) :

1.   Availability (Ketersediaan) : Sistem tersebut tersedia untuk dioperasikan dan digunakan dengan mencantumkannya pada pernyataanatau perjanjian tingkat pelayanan.

2.  Keamanan (Security) : Sistem dilindungi dari akses fisik maupun logis yang tidak memiliki otorisasi.

  •  Hal ini akan membantu mencegah penggunaan yang tidak sesuai, pemutarbalikan, penghancuran atau pengungkapan informasi dan software.
  • Pencurian sumber daya sistem.

3.   Maintainability (Dapat dipelihara) : Sistem dapat diubah apabila diperlukan tanpa mempengaruhi ketersediaan, keamanan, dan integritas sistem.

4.      Integrity (Integritas) : Pemrosesan sistem bersifat lengkap, akurat, tepat waktu, dan diotorisasi.

Kriteria yang digunakan untuk  mengevaluasi prinsip-rinsip keandalan tersebut, yaitu :

a)      Entitas mempunyai tujuan kinerja, kebijakan dan standar yang telah ditetapkan, didokumentasikan, dan dikomunikasikan, dan yang telah memenuhi tiap prinsip keandalan.

  • Tujuan kinerja : tujuan umum yang ingin dicapai entitas.
  • Kebijakan : peraturan-peraturan yang memberikan arah formal untuk mencapai tujuan, dan mendorong kinerja
  • Standar : prosedur yang dibutuhkan dalam implementasi, agar sesuai dengan kebijakan.

b)  Entitas menggunakan prosedur, people, software, data, and infrastructure untuk mencapai setiap prinsip keandalan, dengan berdasarkan pada kebijakan dan standar yang telah ditetapkan.

c)  Entitas mengawasi sistem dan mengambil tindakan untuk mencapai kesesuaian dengan tujuan, kebijakan, dan standar, untuk setiap prinsip keandalan.


Pengendalian yang Berhubungan dengan Beberapa Prinsip Keandalan

§  Perencanaan strategis dan penganggaran

Ancaman / Resiko :

Sistem Informasi mendukung strategi bisnis, kurangnya penggunaan sumber daya, kebutuhan informasi tidak dipenuhi atau tidak dapat ditanggung.

Pengendalian :

Rencana strategis berlapis yang secara periodik dievaluasi, tim penelitian dan pengembangan untuk menilai dampak teknologi baru atas jalannya bisnis, anggaran untuk mendukung rencana strategis.

§  Mengembangkan rencana keandalan system

Ancaman / Resiko :

Ketidakmampuan untuk memastikan keandalan system.

Pengendalian :

Memberikan tanggung jawab perencanaan ke pihak manajemen puncak; secara terus-menerus meninjau dan memperbarui rencana; mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan menguji kebutuhan, tujuan, kebijakan, dan standar keandalan pemakai; mengidentifikasi dan meninjau seluruh persyaratan hukum yang baru maupun yang telah diubah; mencatat permintaan pemakai atas perubahan; mendokumentasikan, menganalisis, dan melaporkan masalah dalam hal keandalan sistem; menetapkan tanggung jawab kepemilikan, penyimpanan, akses, dan pemeliharaan atas sumber daya informasi; mengembangkan program kesadaran atas keamanan serta mengkomunikasikannya pada seluruh pegawai; meminta pegawai baru untuk menandatangani perjanjian keamanan; melaksanakan penilaian risiko atas seluruh perubahan dalam lingkungan sistem.

§  Dan melaksanakan dokumentasi.

Ancaman / Resiko :

Desain, operasi, tinjauan, audit, dan perubahan sistem yang tidak efektif.

Pengendalian :

Dokumentasi dapat diklasifikasikan menjadi 3 kategori dasar, yaitu: (1) Dokumentasi administratif (standar dan prosedur untuk memproses, menganalisis, mendesain, memprogram, menangani file dan menyimpan data), (2) dokumentasi sistem (input aplikasi, tahap pemrosesan, output, kesalahan penanganan), (3) dokumentasi operasional (konfigurasi perlengkapan, program, file, susunan dan pelaksanaan prosedur, tindakan korektif).

 

PENGENDALIAN DENGAN PRINSIP KETERSEDIAAN

a)      Organisasi perlu meminimalkan waktu kegagalan system :

Ø  Pemeliharaan untuk pencegahan

-          Sistem pasokan tenaga listrik yang stabil (Uninterruptible Power Supply)

-          Batas toleransi kesalahan

 

Ø  Rencana pemulihan dari bencana

-          Meminimalkan gangguan, kerusakan, dan kerugian.

-          Memberikan cara alternatif memproses informasi untuk sementara waktu.

-          Meneruskan jalannya operasi normal sesegera mungkin.

-          Melatih dan memperkenalkan personil dengan operasi perusahaan secara darurat.

-          Data dan file program cadangan.

ü  Pengaman elektronis

ü  Konsep rekonstruksi bertingkat

ü  Prosedur pengulangan

-          Penugasan khusus, dll.

 

PENGENDALIAN DENGAN PRINSIP PENGAMANAN

Beberapa klasifikasi pengendalian yang membantu untuk memastikan pengamanan system, yaitu :

1.      Pemisahan tugas dalam fungsi system

Ancaman / Resiko : Penipuan computer. Otoritas dan tanggung jawab harus dengan jelas dibagi di antara fungsi-fungsi berikut ini :

-          Administrasi sistem (Systems administration)

-          Manajemen jaringan (Network management)

-          Manajemen Pengamanan (Security management)

-          Manajemen perubahan (Change management)

-          Pemakai (Users), dll.

 

2.      Pengendalian akses secara fisik dan logis

Ancaman / Resiko : Kerusakan komputer dan file, akses yang tidak memiliki otorisasi kedata rahasia.

Keamanan akses secara fisik dapat dicapai dengan cara :

è Tempatkan perlengkapan komputer di ruang terkunci dan batasi akses hanya untuk personil yang memiliki otoritas saja.

è Memiliki hanya satu/dua jalan masuk ke ruang computer.

è Meminta ID pegawai yang sesuai.

è Meminta pengunjung untuk menandatangani daftar tamu ketika mereka masuk dan meninggkalkan lokasi.

è Gunakan sistem alarm, dll.

 

3.      Perlindungan atas PC dan jaringan klien/server serta

Ancaman/Resiko : Kerusakan file komputer dan perlengkapannya, akses yang tidak memiliki otorisasi ke data rahasia, pemakai yang tidak dikenali sistem pengamanan.

Pengendalian yang dapat dilakukan ialah :

·         Latih pemakai tentang pengendalian PC.

·         Batasi data yang disimpan dan didownload.

·         Kebijakan dan prosedur yang baik.

·         PC yang mudah dibawa tidak boleh disimpan dalam mobil .

·         Simpanlah data yang sensitif dalam lingkungan yang seaman mungkin.

·      Instal software yang secara otomatis akan mematikan terminal atau komputer yang termasuk  dalam jaringan setelah tidak digunakan dalam waktu yang telash ditentukan.

·         Buatlah cadangan hard drive secara teratur.

·         Enkripsi atau lindungi file dengan password.

·         Buatlah dinding pelindung di sekitar sistem operasi.

·         Memastikan bahwa PC harus di boot dalam sistem pengamanan.

·     Gunakan pengendalian password berlapis untuk membatasi akses pegawai ke data yang tidak sesuai.

·        Gunakanlah spesialis atau program pengaman untuk mendeteksi kelemahan dalam jaringan.

 

4.      Pengendalian atas internet dan e-commerce

Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa perhatian harus diberikan ketika menjalankan bisnis melalui internet.

§  Ukuran dan kompleksitas internet sangat besar.

§ Internet menawarkan variabilitas yang sangat besar dalam hal kualitas, kompatibilitas, kelengkapan, dan stabilitas produk dan pelayanan jaringan.

§  Akses pesan ke yang lain.

§  Banyak Website yang pengamanannya salah.

§  Hacker tertarik pada Internet.

 

Ancaman/resiko : Kerusakan file data dan perlengkapan akses yang tidak memiliki otorisasi kedata rahasia.

Pengendalian yang dilakukan meliputi :

Password, Ekripsi, Verifikasi routing, Amplop elektronik, Software pendeteksi virus, Firewall, pembuatan jalur khusus, tolak akses pegawai ke Internet, dan server internet tidak terhubung dengan komputer lainnya diperusahaan.

 

PENGENDALIAN DENGAN PRINSIP KETERPELIHARAAN

Berikut adalah dua kategori pengendalian yang membantu memastikan keterpeliharaan sistem:

1.      Pengembangan Proyek dan Pengendalian Akuisisi

Yang termasuk:

-          Rencana Utama Strategis (Strategic Master Plan)

-          Pengendalian Proyek (Project Control)

-          Jadwal Pemrosesan Data (Data Processing Schedule)

-          Pengukuran Kinerja system (System Performance Measurements)

-          Peninjauan Pascaimplementasi (Pst Implementation Review)

 

2.      Perubahan Pengendalian manajemen

  • Perubahan pengendalian manajemen mencakup hal-hal berikut :
  • Peninjauan secara berkala terhadap semua sistem untuk mengetahui perubahan yang dibutuhkan.
  • Semua permintaan diserahkan dalam format yang baku.
  • Pencatatan dan peninjauan permintaan perubahan dan penambahan sistem dari pemakai yang diotorisasi.
  • Penilaian dampak perubahan yang diinginkan terhadap tujuan, kebijakan, dan standar keandalan system.
  • Pengkategorian dan penyusunan semua perubahan dengan menggunakan prioritas yang ditetapkan.
  • Implementasi prosedur khusus untuk mengatasi hal-hal yang mendadak.
  • Pengkomunikasian semua perubahan ke manajemen.
  • Permintaan peninjauan, pengawasan, dan persetujuan dari manajemen TI terhadap semua perubahan hardware, software dan tanggung jawab pribadi.
  • Penugasan tanggung jawab khusus bagi semua yang terlibat dalam perubahan dan awasi kerja mereka.
  • Pengontrolan hak akses sistem untuk menghindari akses data dan sistem yang tidak memiliki otorisasi.
  • Pemastian bahwa semua perubahan melewati semua langkah yang sesuai.
  • Pengujian semua perubahan hardware, infrastruktur.
  • Pemastian adanya rencana untuk melindungi semua perubahan sistem yang kritis, untuk menjaga kemungkinan adanya sistem yang tidak bekerja atau tidak berjalan dengan sesuai.
  • Implementasi fungsi kepastian kualitas.

 

PENGENDALIAN DENGAN PRINSIP INTEGRITAS

1.      Pengendalian Sumber Data

Perusahaan harus membentuk prosedur pengendalian untuk memastikan bahwa semua dokumen sumber memiliki otoritas, akurat, lengkap, jelas dan masuk ke dalam sistem atau dikirim ke tujuannya dengan tepat waktu. Yang termasuk pengendalian sumber data ialah:

  • Desain Formulir (Forms Design)
  • Pengujian Urutan Formulir (Prenumbered Forms Sequence Test)
  • Dokumen Berputar (Turnaround Documents)
  • Pembatalan dan penyimpanan dokumen (Cancellation and Storage of Documents)
  • Otorisasi dan pemisahan tugas (Authorization and Segregation of Duties)
  • Visual scanning
  • Verifikasi digit pemeriksaan
  • Verifikasi kunci (Key Verification)

 

2.      Rutinitas Validasi Input

Rutinitas validasi input adalah program yang memeriksa integritas data input pada saat data dimasukkan ke dalam sistem. Yang termasuk rutinitas validasi input ialah :

  • Sequence check
  • Field check
  • Sign check
  • Validity check
  • Capacity check
  • Limit check
  • Range check
  • Reasonableness test
  • Redundant data check

 

3.      Pengendalian Entri Data On-Line

Sasaran dari pengendalian entri data on-line adalah untuk memastikan integritas data transaksi yang dimasukkan dari terminal online dan PC dengan mengurangi kesalahan dan penghilangan. Pengendalian entry data meliputi :

  • Pemeriksaan field, batasan, jangkauan, kelogisan, tanda, validitas, dan data yang redundan.
  • Nomor ID pemakai
  • Pengujian kompatibilitas
  • User ID numbers
  • Compatibility tests
  • Automatic entry of transaction data, where possible
  • Prompting
  • Preformatting
  • Completeness check

 

4.      Pengendalian pemrosesan dan penyimpanan data

Pengendalian-pengendalian umum yang membantu mempertahankan integritas pemrosesan data dan penyimpanan data adalah sebagai berikut :

v  Kebijakan dan Prosedur (Policies and Procedures)

v  Fungsi pengendalian data (Data Control Function)

v  Prosedur Rekonsiliasi (Reconciliation Procedure)

v  Rekonsiliasi data eksternal

v  Pelaporan penyimpangan

v  Pemeriksaan sirkulasi data

v  Pencocokan data

v  Label file

 

5.      Pengendalian Output

Pengendalian output meliputi :

  • Meninjau kelogisan dan kesesuaian format semua output.
  • Merekonsiliasi total pengendalian input dan output yang berkaitan setiap hari.
  • Mendestribusikan output komputer ke departemen pemakai yang sesuai.
  • Mewajibkan pemakai untuk meninjau secara hati-hati kelengkapan dan ketepatan semua output komputer yang mereka terima.
  • Menyobek atau menghancurkan data yang sangat rahasia.

 

6.      Pengendalian Transmisi Data

Untuk mengurangi resiko kegagalan transmisi data, perusahaan seharusnya mengawasi jaringan (network). Kesalahan transmisi data diminimalkan dengan menggunakan :

ü  Menggunakan enkripsi data

ü  Prosedur verifikasi routing

ü  Pemeriksaan kesamaan

ü  Prosedur pengenalan pesan

 

Tugas :

PENGENDALIAN KEANDALAN : CONTOH PEMROSESAN DATA

Secara umum langkah-langkahnya :

è Entri Data

Data dapat dimasukkan ke dalam sistem melalui keyboard / mengambil data secara elektronik dengan menggunakan alat otomatis data sumber seperti scanner. Untuk pengendalian yang memadai, semua data transaksi yang signifikan diperiksa minimal satu kali. Pengujian yang dilakukan oleh komputer, seperti pemeriksaan edit, lebih murah dan lebih efektif daripada pengujian yang dilakukan oleh manusia, seperti verifikasi kunci dan pemeriksaan visual. Semakin awal proses penemuan kesalahan entri data, semakin awal dan murah koreksinya. Keunggulan yang signifikan dari sistem online adalah adanya koreksi langsung terhadap semua kesalahan yang terdeteksi.

è Pembaruan File

Karena program pembaruan file mengakses catatan database pelanggan dan persediaan, program tsb melaksankan pengujian validasi input tambahan dengan membandingkan data pada setiap catatan transaksi dengan data dicatatan database yang sesuai.

è Persiapan dan Pendistribusian Output

Output meliputi dokumen penagihan dan pengiriman dan laporan pengendalian.

 

PENGENDALIAN KEANDALAN : CONTOH PEMROSESAN BATCH

Pemrosesan transaksi dengan cara pemrosesan batch meliputi langkah-langkah berikut:

o   Siapkan batch total. Totalnya dicatat pada form pengendalian batch yang ditambahkan  ke masing-masing kelompok dokumen penjualan.

  • Kirimkan transaksi ke departemen electronic data processing (EDP)
  • Masukkan data transaksi ke dalam sistem
  • Urutkan dan edit file transaksi
  • Perbarui file utama
  • Persiapan dan pendistribusian output, tinjauan pemakai

 

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.slideshare.net/RaniNurrohmah/keamanan-dan-pengendalian-komputerrani-nurrohmahstiami

 https://priyohanweersyah.blogspot.com/2011/12/pengendalian-sistem-informasi.html

https://docplayer.info/35291759-Pengendalian-sistem-informasi-berdasarkan-komputer.html

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132318566/pendidikan/SIA+Bab+8.pdf

https://repository.unikom.ac.id/42906/1/8.pdf

https://fasukses.blogspot.com/2012/01/sia.html

http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2013/09/05/pengendalian-keandalan-contoh-pemrosesan-batch/

 

Rabu, 31 Maret 2021

Pengendalian dan Sistem Informasi Akuntansi

 Penulisan :

ANCAMAN PADA SIA

Ancaman adalah aksi yang mengganggu stabilitas sistem informasi akuntansi yang berasal dari dalam sistem itu sendiri maupun dari luar system. Seiring dengan intensitas penggunaan aplikasi SIA (Sistem Informasi Akuntansi), ada ancaman-ancaman yang mengintai Sistem Informasi Akuntansi. Secara garis besar, ancaman system informasi dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu ancaman aktif dan ancaman pasif.

Ancaman aktif melingkupi kecurangan dan kejahatan terhadap komputer, sedangkan ancaman pasif mencangkup kegagalan sistem, kesalahan manusia, dan bencana alam. Ada 6 jenis ancaman terhadap Sistem Informasi Akuntansi, yaitu :

1.      Ancaman karena Bencana Alam (Natural Disaster)

Bencana-bencana alam besar dapat menghancurkan computer dan tentu saja dapat menghapus data-data Sistem Informasi Akuntansi yang ada. Ancaman kehancuran karena bencana alam, seperti :

Ø  Pada tahun 1993, hujan deras menyebabkan Sungai Mississippi dan Missouri meluap dan membanjiri delapan negara bagian. Banyak organisasi kehilangan sistem komputer mereka, termasuk kota Des Moines, Iowa, yang computer-komputernya terendam di dalam air setinggi 8 kaki.

Ø  Gempa bumi di Los Angeles menghancurkan banyak sekali sistem; menyebabkan sistem lainnya rusak karena jatuhnya puing-puing, air dari sistem penyemprot air (sprinkler systern), dan debu; serta mengganggu jalur komunikasi. Perusahaan-perusahaan di San Fransisco menderita nasib yang hampir sama beberapa tahun sebelumnya.

 

2.      Tindakan Kekerasan (Acts of Violance)

Contohnya perang dan serangan teroris. Dimana kerusuhan terjadi dan tidak menutup kemungkinan bahwa tindakan kekerasan dilakukan terhadap perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi perusahaan bisa diserang oleh teroris yang merupakan lawan politik.

Contoh lainnya ialah :

·         Dua serangan teroris pada World Trade Center di kota New York dan serangan Gedung Federal di Oklahoma, menghancurkan atau mengganggu sistem di gedung-gedung tersebut.

·      Defense Science Board telah memprediksi bahwa pada tahun 2005 serangan pada sistem informasi oleh negara-negara asing, agen mata-mata, dan teroris, akan tersebar luas.

 

3.      Kesalahan Perangkat Lunak dan Tidak Berfungsinya Peralatan

ü  Kesalahan atau terdapat kerusakan pada perangkat lunak (software), kegagalan system operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.

ü  Kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.

ü  Kesalahan bugs

ü  Benturan system operasi

ü  Aplikasi bisa saja terkena virus dan menyebabkan aplikasi Sistem Informasi Akuntansi tidak dapat diakses.

ü  Hardisk bisa saja tiba-tiba rusak sehingga semua data hilang dan menghapus data transaksi Sistem Informasi Akuntansi.

 

Contoh-contoh jenis ancaman ini adalah sebagai berikut:

§  Kerusakan pada sistem akuntansi perpajakan yang baru merupakan penyebab kegagalan California mengumpulkan pajak perusahaan sebesar 5.535 juta.

§  Di Bank of New York, field yang dipergunakan untuk menghitung jumlah transaksi terlalu kecil untuk menangani volume transaksi pada hari yang sibuk. Kesalahan pada sistem mematikan sistem dan membuat bank tersebut mengalami kerugian sebesar $23 juta ketika mencoba untuk menutup bukunya. Bank tersebut akhirnya harus meminjam uang dalam satu malam dengan biaya yang tinggi.

 

4.      Tindakan Tidak Disengaja (Unintentional Errors)

·         Kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia.

·         Kecerobohan kerja

·         Tidak diikutinya prosedur kerja

·         Personel yang dilatih atau diawasi dengan buruk

·         Kesalahan atau penghapusan karena ketidaktahuan

·         Hilangnya atau salah letaknya data

·         Kesalahan pada logika system

·         Sistem yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan atau tidak mampu menangani tugas yang telah ditetapkan

 

Contoh-contoh tentang ancaman ini adalah sebagai berikut:

v  Staf administrasi bagian entri data di Giant Food Inc., salah memasukkan data dividen kuartal sebesar $2,50 sebagai ganti dari $0,25. Sebagai hasilnya, perusahaan membayar lebih dari $10 juta atas kelebihan jumlah dividen tersebut.

v  Seorang programmer bank salah menghitung bunga per bulan dengan menggunakan satuan 31 hari. Selama 5 bulan sebelum kesalahan tersebut ditemukan, lebih dari $100.000 kelebihan bunga dibayarkan melalui tabungan.

 

5.      Tindakan yang Disengaja (Deliberate Errors / Fraud)

o   Sabotase

o   Penipuan computer

o   Manipulasi data dan korupsi

o   Misrepresentasi, penggunaan yang salah atau pengungkapan data yang tidak diotorisasi

o   Penyalahgunaan asset

Contoh-contoh ancaman jenis ini adalah sebagai berikut:

Ø  Sebagai seorang penggemar teknologi, John Draper menemukan bahwa tawaran hadiah sebagai pelapor di perusahaan sereal Cap’n Crunch menduplikasi frekuensi jalur komunikasi WATS. Dia menggunakan penemuannya tersebut untuk menipu perusahaan telepori, dengan cara melakukan berbagai panggilan telepon tanpa bayar.

Ø  Seorang manajer SIA di kantor koran di Florida bekerja untuk perusahaan pesaing setelah dia dipecat dari tempatnya bekerja tersebut. Pada waktu yang tidak lama, pihak pertama yang mempekerjakan dirinya tersebut menyadari bahwa para reporternya secara konstan telah direbut informasi beritanya. Perusahaan koran tersebut akhirnya mengetahui bahwa manajer SIA tersebut masih memiliki akun dan password aktif, serta masih secara teratur melihat-lihat file-file komputer di perusahaan tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai cerita esklusif.

 

6.      Pelanggaran Keamanan (Breaches of Security)

Seseorang yang tidak berwenang dapat mengakses laporan keuangan dalam computer. Kejahatan computer (hacker) membobol computer perusahaan melalui computer lain, karyawan mengintip daftar laporan gaji, atau pesaing dapat mengakses rencana pemasaran perusahaan.

 

 

KONSEP – KONSEP PENGENDALIAN DALAM SIA

Pengendalian Internal

Rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga asset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi organisasi serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting, yaitu :

Ø  Pengendalian untuk pencegahan,mencegah timbulnya suatu masalah sebelum mereka muncul

Ø  Pengendalian untuk pemeriksaan, dibutuhkan untuk mengungkap masalah begitu masalah tersebut muncul

Ø  Pengendalian untuk korektif, memecahkan masalah yang ditemukan oleh pengendalian untuk pemeriksaan

 

The Foreign Corrupt Practices Act

     Tahun 1977 dalam Foreign Corrupt Practices Act. Tujuan utama dari undang-undang ini adalah mencegah penyuapan atas para pejabat luar negeri untuk mendapatkan bisnis. Akan tetapi, pengaruh yang siknifikan dari undang-undang ini membutuhkan kerja sama untuk memelihara sistem pengendalian internal akuntansi yang baik.

 

Committee of Sponsoring Organizations

The Committee of Sponsoring Organizations (COSO) adalah kelompok sektor swasta. Pada tahun 1992, COSO mengeluarkan hasil penelitian untuk mengembangkan definisi pengendalian internal dan memberikan petunjuk untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal.

Penelitian COSO (committee of sponsoring organizations) mendefinisikan pengendalian internal sebagai proses yang diimplementasikan oleh dewan komisaris, pihak manajemen dan mereka yang berada dibawah arahannya untuk memberikan jaminan bahwa tujuan pengendalian dapat dicapai yaitu mengenai : efektifitas dan efisiensi operasional organisasi; keandalan pelaporan keuangan; kesesuaian dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

 

 

AKTIVITAS – AKTIVITAS PENGENDALIAN DALAM SIA

            Komponen kedua dari model pengendalian internal COSO adalah kegiatan-kegiatan pengendalian yang merupakan kebijakan dan peraturan yang menyediakan jaminan yang wajar bahwa tujuan pengendalian pihak manajemen dicapai. Secara umum prosedur-prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini :

ü  Otorisasi transaksi dan dan kegiatan yang memadai

ü  Pemisahan tugas

Pengendalian internal yang baik mensyaratkan bahwa tidak ada pegawai yang diberi tanggung jawab terlalu banyak. Contoh pemisahan tugas :



Apabila dua dari ketiga fungsi tersebut merupakan tanggung jawab satu orang maka akan muncul masalah. Pemisahan tugas mencegah pegawai dari memalsukan catatan.

 

ü  Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai

Desain dan penggunaan catatan yang memadai membantu untuk memastikan pencatatan yang akurat dan lengkap atas seluruh data transaksi yang berkaitan. Dokumen-dokumen yang mengawali sebuah transaksi harus memiliki ruang untuk otorisasi. Prosedur-prosedur berikut ini menjaga asset pencurian, penggunaan tanpa otorisasi :

1.      Mensupervisi dan memisahkan tugas secara efektif

2.      Memelihara catatan asset, termasuk informasi, secara akurat

3.      Membatasi akses secara fisik ke asset

4.      Melindungi catatan dan dokumen

 

ü  Penjagaan asset dan catatan yang memadai

Yang dapat digunakan untuk mengamankan asset adalah :

1)      Mesin kas,

2)      Lemari besi, kotak uang,

3)      Kotak pengaman simpanan,

4)      Area penyimpanan tahan api,

5)      Pembatasan akses ke ruang computer, file kompuer, dan informasi.

 

ü  Pemeriksaan independent atas kinerja

Berbagai jenis pemeriksaan independent adalah :

a)      Rekonsiliasi dua rangkaian catatan yang dipelihara secara terpisah

b)      Perbandingan jumlah actual dengan yang dicatat

c)      Pembukuan berpasangan

d)      Jumlah total batch

 

PENILAIAN RISIKO PADA SIA

Komponen ketiga dari model pengendalian COSO adalah penilaian risiko. Risiko dalam perusahaan, yaitu :

·         Strategis, melakukan hal yang salah

·         Operasional, melakukan hal yang benar, tetapi dengan cara yag salah

·         Financial, adanya kerugian sumber daya keuangan, pemborosan pencurian atau pembuatan kewajiban yang tidak tepat

·         Information, menerima informasi yang salah atau tidak relevan, sistem yang tidak andal dan laporan yang tidak benar atau menyesatkan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

o   Perkirakan risiko

o   Perkirakan Pajanan

o   Identifikasi Pengendalian

o   Perkirakan biaya dan manfaat

o   Menetapkan efektivitas biaya manfaat

Terdapat beberapa tahapan yaitu:

a.       Identifikasi ancaman

b.      Memeperkirakan probabilitas atau resiko pada setiap ancaman yang muncul

c.       Memperkirakan besarnya kerugian dari setiap ancaman

d.      Identifikasi serangkaian pengendalian untuk melindungi dari ancaman

e.       Memperkirakan biaya dan manfaat dari adanya pengendalian

f.        Menerapkan suatu pengendalian untuk menghadapi ancaman.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/38113021/Ancaman_terhadap_Sistem_Informasi_Akuntansi

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132318566/pendidikan/SIA+Bab+7.pdf

https://slideplayer.info/slide/3068698/