Minggu, 21 Maret 2021

E-BUSINESS

 PENULISAN :

PENGERTIAN E-BUSINESS

    E-Business atau Electronic Business ialah kegitan bisnis yang dilakukan secara otomatis maupun semiotomatis dengan menggunakan teknologi internet. Dengan E-Business suatu perusahaan dapat berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara efisien dan fleksibel. E-Business juga bisa digunakan untuk berhubungan dengan supplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi kepuasan pelanggan secara lebih baik.

 

MODEL - MODEL E-BUSINESS

    Pada dasarnya dilihat dari jenisnya, E-Business dibagi menjadi dua kategori umum, yaitu B-to-B dan B-to-C. Prinsip pembagian ini dilandasi pada jenis institusi atau komunitas yang melakukan interaksi perdagangan dua arah.

1. B2C (Business to Consumers)

Business to consumers merupakan kegiatan bisnis melayani konsumen dengan produk dan jasa. Misalkan seseorang membeli tas dari produsen. Terdapat transaksi yang mengarah ke tas agar tersedia untuk pembeli, yaitu pembelian kulit, tali, kain, dan lain-lain.

Keuntungan dari model B2C ialah :

  • Menghemat ongkos distribusi barang dan biaya operasional
  • Kesempatan bisnis yang baru
  • Mengetahui antuisme konsumen
  • Layanan konsumen yang lebih baik


Karakteristik B2C, yaitu :

  • Dilakukan antara organisasi dengan individu
  • Nilai uang yang digunakan lebih kecil
  • Kegiatan bisnis ini tidak sering terjadi
  • Kegiatan ini relatif sederhana
  • Informasi disebarkan secara umum
  • Pelayanan yang diberikan bersifat umum sehingga banyak digunakan oleh banyak orang.
  • Pelayanan yang diberikan berdasarkan permintaan.
  • Pendekatan yang dilakukan adalah Client Server, dimana konsumen berada pada sisi Client, dengan menggunakan web browser dan pelaku usaha berada pada sisi server

 

2. B2B (Business to Business)

    B2B merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi secara elektronik antar perusahaan yang dilakukan secara rutin dan dalam kapasitas produk yang besar.  Ini digunakan antar perusahaan yang berjalan di bidang industri yang sama maupun berbeda yang transaksinya menggunakan jasa internet. Seperti antara manufaktur dan grosir atau antara grosir dan pengecer.

Keuntungan dari model B2B ialah :

  • Menghemat biaya pemasaran, biaya operasional, dan modal awal.
  • Automatisasi
  • Statistik barang lebih efisien
  • Memasarkan produk lebih cepat


Karakteristik B2B, yaitu :

  • Pertukaran informasi yang dilakukan antar pebisnis tersebut atas dasar kebutuhan dan kepercayaan.
  • Nilai uang yang digunakan lebih besar
  • Pertukaran informasi yang dilakukan dengan format yang sudah disepakati dan service sistem yang digunakan antar kedua pebisnis juga menggunakan standard yang sama.
  • Hubungan yang kuat dan berkelanjutan
  • Pemberian kredit oleh perusahaan ke customer
  • Salah satu pelaku bisnis tidak harus menunggu rekan bisnisnya untuk mengirimkan datanya
  • Kegiatan bisnis ini lebih kompleks
  • Sarana yang digunakan ialah Electronic Data Interchange (EDI), model yang umum digunakan ialah peer-to-peer.

 

3. C2C (Consumer to Consumer)

    C2C merupakan kegiatan bisnis dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Karakteristik C2C, yaitu :

  • Pada lingkup ini bersifat khusus sebab transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja.
  • Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi seputar produk, harga, kualitas serta pelayanannya.
  • Konsumen juga dapat membentuk komunitas pengguna atau pengemar suatu produk. 

 

4. C2B (Consumer to Business)

    C2B merupakan kegiatan bisnis dimana konsumen atau pelanggan memberitahukan apa yang dibutuhkan.

 

PENGARUH E-BUSINESS ATAS PROSES BISNIS

  • Pembeli dan Inbound Logistic. Internet dapat meningkatkan aktifitas pembeli dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga. Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat disentralisasikan, sehingga memungkinkan organisasi untuk menetapkan pembelian total diseluruh dunia atas berbagai produk.
  • Operasi internal, sumber daya manusia, dan infrastuktur. Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara signifikan meningkatkan effisiensi operasi internal. Peningkatan akses ke informasi juga dapat secara signifikan meningkatkan perencanaan. Pada sumber daya manusia, aktifitas ini mendukung untuk effisiensi dan efektifitas dalam aktifitas utama.
  • Outbound Logistic. Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman memungkinkan penjual mengurangi biaya tranportasi melalui cara pengiriman gabungan ke para pelanggan yang dekat lokasinya satu dengan yang lainnya. Informasi yang lebih tepat waktu tentang penjualan dapat membantu pabrik mengoptimalkan jumlah persediaan yang ditanggungnya.
  • Penjualan dan Pemasaran. Perusahaan dapat menciptakan katalog elektronik di Website mereka untuk mengotomatisasikan input pesanan penjualan. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan para pelanggan menyampaikan pesanan saat mereka menginginkannya, tetapi juga dapat secara signifikan mengurangi jumlah staf dengan cara meniadakan telepon, surat-menyurat atau pengiriman faks.
  • Pelayanan dan dukungan Purnajual. E-business dapat secara signifikan meningkatkan kualitas dukungan purnajual ke para pelanggan.

 

FAKTOR - FAKTOR KEBERHASILAN E-BUSINESS

    Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi agar e-business dapat berjalan dengan baik, yaitu :

ØE-business dan strategi organisasi. Nilai keberhasilan dalam implementasi e-business tergantung pada sejauh mana proses tersebut dapat membantu organisasi mencapai tujuan yang telah direncanakan.

ØTingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.

ØKemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci dalam transaksi bisnis apapun, yaitu : Validitas, Integritas, dan Privasi.

  1. Validasi kedua pihak dalam suatu transaksi harus bisa menyatakan keaslian identitas masing-masing pihak untuk memastikan bahwa transaksi tersebut valid dan sah.
  2. Integritas kedua pihak dalam suatu transaksi harus yakin bahwa informasi yang dipertukarkan akurat dan tidak diubah selama proses tranmisi.
  3. Privasi atau keberhasilan transaksi bisnis dan informasi apapun yang dipertukarkan dalam trasaksi tersebut harus disimpan dengan baik.Jika diinginkan oleh suatu pihak.

 

INFRASTRUKTUR E-BUSINESS

    Infrastruktur e-business termasuk faktor yang mempengaruhi keberhasilan e-business. Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan infratruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-business.

 

TUGAS :

CONTOH E-BUSINESS YANG MENGGUNAKAN BUSINESS TO GOVERNMENT (B2G)

    Contoh e-commerce yang menggunakan konsep B2G ini adalah Mbiz.co.id atau Mbizmarket.co.id, PT Briliant Ecommerce Berjaya (Mbiz) melalui platformnya dapat menghubungkan 350 buyer yang terdiri dari korporasi besar seperti perusahaan FMCG, perbankan, BUMN, dan perusahaan multinasional lainnya dengan lebih dari 5.000 vendor dan supplier yang 85 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

    Dan telah maalkukan kerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat terkait pemanfaatan Mbizmarket.co.id sebagai platform untuk belanja atau pengadaan barang/jasa. Mbiz masuk melalui mekanisme pengadaan langsung, yang artinya nilai pengadaannya di bawah Rp200 juta.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.buleipotan.com/2011/10/model-model-e-business-softskill.html

https://elnow.wordpress.com/2014/01/10/e-business/

https://datakuliah.blogspot.com/2009/01/pengaruh-pengaruh-e-business-atas.html

https://elnow.wordpress.com/2014/01/10/e-business/

https://www.harmony.co.id/blog/jenis-dan-contoh-e-commerce-untuk-mengembangkan-bisnis

 

 

Kamis, 11 Maret 2021

Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

 PENULISAN :

 

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

 

    Sistem Informasi Akuntasi menurut beberapa ahli, yaitu :

Ø Menurut Mulyadi (2001), SIA adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

Ø Menurut Nugroho Widjajanto (2001), SIA adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.

    Jadi, dapat disimpulkan SIA adalah sekumpulan formulir, catatan, dan laporan yang telah terkoordinasi dengan baik agar bisa menghasilkan informasi yang berguna bagi suatu perusahaan yang digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan suatu keputusan. Sehingga perusahaan bisa memantau keuangan dengan sistem ini, dan juga kinerja dari sistem tersebut. Saat ini sebagaian besar SIA menggunakan otomatisasi.

 

ALASAN MEMPELAJARI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

 

    Ada beberapa alasan kenapa Sistem Informasi Akuntansi dipelajari, yaitu :

² SIA sangat dibutuhkan pada sebuah organisasi atau perusahaan, karena informasi yang telah diolah oleh SIA sangat dibutuhkan dalam pengambilan suatu keputusan.

² Informasi yang didapat dari SIA juga sangat bermanfaat untuk perancangan dan implementasi sistem laporan keuangan untuk mengasah keahlian didalam merancang suatu sistem.

² SIA juga efektif bagi keberhasilan jangka panjang organisasi maupun perusahaan.

² Dengan adanya SIA, perusahaan dapat mengontrol aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

² SIA juga berperan penting dalam proses untuk mengembangkan suatu usaha.

² Dengan SIA, data-data keuangan maupun non keuangan akan disusun secara akurat untuk menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.

² SIA juga bisa memberikan informasi yang ditujukan kepada eksternal perusahaan seperti calon investor, maupun kepada internal perusahaan seperti karyawan, manajer, hingga pemilik perusahaan.

² Dengan adanya SIA pengelolaan usaha menjadi efektif dan efisien.

 

PERAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) DALAM RANTAI NILAI 

    Setiap organisasi bertujuan menyediakan nilai untuk pelanggan. Hal itu membutuhkan berbagai kegiatan yang berbeda sehingga dapat dikonseptualisasikan dalam bentuk rantai nilai (value chain). Rantai nilai terdiri atas lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai ke pelanggan, yaitu :

1. Inbound logistics terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan-bahan masukkan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya. Contohnya, produsen motor menerima, menangani, dan menyimpan baja dan karet.

2. Operasi (operations) adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukkan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi. Contohnya, aktivitas jalur perakitan yang mengkonversikan bahan baku menjadi motor.

3. Outbound logistics adalah aktivitas-aktivitas yang yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan. Contohnya, mengirim motor ke dealer motor.

4. Pemasaran dan penjualan mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.

5. Pelayanan (service) memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan.

 

    Selain itu, organisasi juga melakukan aktivitas pendukung (support activities) yang memungkinkan kelima aktivitas utama dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif. Aktivitas-aktivitas pendukung tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu :

1) Infrastruktur perusahaan adalah aktivitas akuntansi, keuangan, hukum, dan administrasi umum yang memungkinkan berfungsinya suatu organisasi. SIA adalah bagian dari infrastruktur perusahaan.

2) Sumber daya manusia adalah aktivitas yang meliputi kegiatan merekrut, mempekerjakan, melatih, dan memberikan kompensasi kepada karyawan.

3) Teknologi merupakan aktivitas yang meningkatkan produk atau jasa. Contoh : penelitian dan pengembangan, investasi dalam teknologi informasi yang baru, pengembangan website, dan desain produk.

4) Pembelian merupakan aktivitas melakukan pengadaan bahan baku, perlengkapan, mesin, dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas utama.

 

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) DAN STRATEGI CORPORATE

SIA dan Strategi Corporate adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.

Strategi Corporate

    Strategi perusahaan atau organisasi merupakan suatu wilayah kajian yang selalu menarik untuk dicermati. Begitu banyak pendekatan yang dilakukan, mulai dari sangat kuantitatif sampai pada belajar dari pengalaman sukses seseorang atau suatu perusahaan (best practices).

    Setidaknya, terdapat dua aliran besar yang dijadikan landasan pembahasan strategi perusahaan, yaitu kajian tentang strategi-strategi utama (grand strategies) dan strategi-strategi generik (generic strategies). Strategi utama merupakan seperangkat alternatif strategi perusahaan yang secara umum dijadikan ‘patokan’ dalam menentukan strategi yang akan diambil oleh suatu perusahaan. Sedangkan strategi generik ada dua, yaitu: Porter’s generic strategies dan Glueck’s generic strategies, nama penulis yang mengintrodusir masing-masing.

    Tulisan ini pada dasarnya akan memiliki tiga pokok bahasan, yaitu: (1) Strategi Generik Porter, (2) Strategi Generik Glueck, (3) Strategi Utama.

1. Strategi Biaya Rendah (cost leadership)

    Strategi Biaya Rendah (cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi produk standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang sangat rendah.

    Untuk dapat menjalankan strategi biaya rendah, sebuah perusahaan harus mampu memenuhi persyaratan di dua bidang, yaitu: sumber daya (resources) dan organisasi.

2. Strategi Pembedaan Produk (differentiation)

    Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar ke pasar, tetapi berkaitan dengan sifat dan atribut fisik suatu produk atau pengalaman kepuasan (secara nyata maupun psikologis) yang didapat oleh konsumen dari produk tersebut. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya (price insensitive).

    Resiko dari strategi ini adalah jika perbedaan atau keunikan yang ditawarkan produk tersebut ternyata tidak dihargai (dianggap biasa) oleh konsumen. Jika hal ini terjadi, maka pesaing yang menawarkan produk standar dengan strategi biaya rendah akan sangat mudah merebut pasar. Oleh karenanya, dalam strategi jenis ini, kekuatan departemen Penelitian dan Pengembangan sangatlah berperan.

    Secara umum, terdapat dua bidang syarat yang harus dipenuhi ketika perusahaan memutuskan untuk memanfaatkan strategi ini, yaitu: bidang sumber daya (resources) dan bidang organisasi.

3. Strategi Fokus (focus)

    Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar yang lebih sempit. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga. Strategi ini biasa digunakan oleh pemasok “niche market” (segmen khusus/khas dalam suatu pasar tertentu; disebut pula sebagai ceruk pasar) untuk memenuhi kebutuhan suatu produk — barang dan jasa — khusus.

    Syarat bagi penerapan strategi ini adalah adanya besaran pasar yang cukup (market size), terdapat potensi pertumbuhan yang baik, dan tidak terlalu diperhatikan oleh pesaing dalam rangka mencapai keberhasilannya (pesaing tidak tertarik untuk bergerak pada ceruk tersebut).

 

SIA Dan Strategi Corporate

• Strategi dan Posisi Strategis

    Ada 2 strategi dasar bisnis yang dapat diikuti oleh perusahaan, berdasarkan argumentasi seorang professor bisnis di Harvard, Michael Porter. yaitu :

1. Strategi diferensiasi produk memerlukan penambahan beberapa fitur atau pelayanan atas produk Anda yang tidak diberikan oleh para pesaing. Dengan melakukan hal ini, perusahaan akan dapat menetapkan harga premium ke para pelanggannya.

2. Strategi biaya rendah (low-cost) memerlukan perjuangan untuk menjadi penghasil suatu produk atau jasa yang paling efisien.

    Kadangkala, sebuah perusahaan dapat berhasil baik dalam menghasilkan produk yang lebih baik dari para pesaingnya dengan biaya yang lebih rendah dari biaya rata-rata untuk industri tersebut. Akan tetapi, biasanya perusahaan harus memilih di antara kedua strategi tersebut. Apabila mereka berkonsentrasi untuk menjadi penghasil produk yang biayanya paling rendah, mereka harus melepas beberapa keistimewaan penambah nilai yang mungkin membedakan produk mereka dengan produk lainnya. Apabila mereka berfokus pada diferensiasi produk, mereka tampaknya tidak akan memiliki biaya yang paling rendah dalam industri mereka. Jadi, strategi bisnis melibatkan pemilihan.

 

TUGAS :

PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN ERP 

PT.BENTOEL PRIMA

    Perseroan didirikan dengan nama PT Rimba Niaga Idola pada tanggal 11 April 1987 dan berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham yang diadakan pada tanggal 27 Desember 1996, lalu nama Perseroan diubah menjadi PT Transindo Multi Prima Tbk. Pada tanggal 29 Agustus 2000, akhirnya nama PT Transindo Multi Prima Tbk dirubah menjadi PT.Bentoel Internasional Investama Tbk.

    Pada tahun 2003 PT.Bentoel melakukan beberapa langkah awal yaitu assessment dan pengkajian sistem TI beserta penentuan kebutuhan TI-nya, perumusan blue print dan road map pembenahan sistem TI. Langkah selanjutnya pun Bentoel kemudian menunjuk konsultan dan memilih perusahaan software. Setelah melalui proses penyeleksian beberapa paket software yang berkaitan dengan Corporate Perfomance Management, tim evaluasi Bentoel pun akhirnya memilih SAP Planning and Consolidation. Yang mana pemilihan tersebut didasari atas pertimbangan bahwa sistem ini sangat mudah digunakan (friendly user) dan didukung dengan fitur-fitur yang canggih serta lengkap.


 DAFTAR PUSTAKA

https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-akuntansi-dalam-perusahaan/

https://ditaherdiyanti.wordpress.com/tag/mengapa-mempelajari-sia/#:~:text=Alasan%20Mempelajari%20SIA%3A,yang%20akurat%20guna%20pengambilan%20keputusan

https://fhanincredible.wordpress.com/2010/10/09/tinjauan-menyeluruh-sia/

https://defhitugas2010.blogspot.com/2010/10/sistem-informasi-akuntansi-sia-strategi.html

https://kuliahitblog.wordpress.com/2016/02/03/perusahaan-perusahaan-yang-menggunakan-aplikasi-erp/

 

Sabtu, 14 Maret 2020

PERANCANGAN SISTEM TERINCI - ppt download

PERANCANGAN SISTEM TERINCI - ppt download: PERANCANGAN SISTEM Analisis Perancangan Mendapatkan gambaran yang jelas tentang hal-hal yang harus dilakukan. Umum / konsep Detail / terinci

Senin, 06 Januari 2020

PERTEMUAN 9, 10, 11, & 12



PERTEMUAN 9
KEAMANAN DAN KONTROL SISTEM INFORMASI
Keamanan adalah proteksi perlindungan atas sumber-sumber fisik dan konseptual dari bahaya alam dan manusia. Keamanan terhadap sumber konseptual meliputi data dan informasi. Keamanan sendiri mempunyai tujuan-tujuan yang di maksudkan untuk mencapai tujuan utama,yaitu:

Ø  Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.
Ø  Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.
Ø  Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.

Pengendalian Akses ; dicapai melalui suatu proses 3 langkah, yang mencakup :
ü  Identifikasi User
ü  Pembuktian Keaslian User
ü  Otorisasi User

A.      PENTINGNYA PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI
Di dalam tindakan atau perilaku pada system informasi,sangatlah dibutuhkan/pentingnya pengendalian keamanan dan control,karena bertujuan untuk memastikan bahwa CBIS(Computer Based Information System) telah diimplementasikan seperti yang direncanakan,system sendiri telah beroperasi seperti yang dikehendaki,dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan komunikasi. Maka dari itu kita harus mempunya security dalam system informasi. Tugas control CBIS Kontrol CBIS mencakup semua fase siklus hidup. Selama siklus hidup, kontrol dapat dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan, disain dan operasi. Manajer dapat memperoleh kontrol dalam ketiga area secara langsung melalui ahli lain, seperti auditor.

B.     TUGAS PENGENDALIAN DALAM SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Pada Sistem informasi kita dapat mengembangkan atau  memastikan apa saja yang dibutuhkan dalam CBIS dan bagaimana cara mengimplementasikan itu dapat memenuhi sebuah kebutuhan pemakai. Pemakai disini artinya orang yang terlibat atau orang yang mengoperasikan CBIS tersebut.

1.      Kontrol Proses Pengembangan
Tujuan dari kontrol pengembangan adalah untuk memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai. Yang termasuk dalam kontrol pengembangan :
· Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite MIS.
·  Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS*Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi CBIS.
·      Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS
·  Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
·  Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara  berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan.
·    Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur  yang disetujui oleh manajemen.

2.      Kontrol Desain Sistem
Tujuannya untuk memastikan bahwa disainnya bisa meminimalkan kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya. Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai atau manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
a.      Permulaan Transaksi (Transaction Origination)
Perekaman satu elemen data/lebih pada dokumen sumber.
o   Permulaan Dokumentasi Sumber :
1)      Perancangan dokumentasi
2)      Pemerolehan dokumentasi
3)      Kepastian keamanan dokumen
o   Kewenangan : Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa
o    Pembuatan Input Komputer : Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input diproses
o Penanganan Kesalahan : Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yg telah dikoreksi ke record entry
o     Penyimpanan Dokumen Sumber : Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi bagaimana dapat dikeluarkan

b.      Entri Transaksi
Entri transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat dibaca oleh computer. Kontrol ono berusaha untuk menjaga keakuratan data yang akan ditransmisikan ke jaringan komunikasi atau yang akan dimasukan secara langsung ke dalam computer. Area kontrolnya meliputi atas:
o   Entri Data
Kontrol dalam bentuk prosedur tertulis dan dalam bentuk peralatan inputnya sendiri. Dapat dilakukan dengan proses offline/online

o   Verifikasi Data

§     Key Verification (Verifikasi Pemasukan) : Data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali
§ Sight Verification (Verifikasi Penglihatan) : Melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system
o   Penanganan Kesalahan : Merotasi record yang telah dideteksi ke permulaan transaksi untuk pengoreksian

o   Penyeimbangan Batch : Mengakumulasikan total setiap batch untuk dibandingkan dengan total yang sama yang dibuat selama permulaan transaksi.

c.       Komunikasi Data
Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang resiko keamanan yang lebih besar dari pada computer yang ada di dalam suatu ruangan. Area control ini terdiri dari:
1)      Control pengiriman pesan
2)      Control saluran (channel) komunikasi
3)      Control penerimaan pesan
4)      Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh

d.      Pemrosesan Komputer
Pada umumnya semua elemen control pada disain system selalu dikaitkan dengan pemasukan data ke dalam computer. Area control pada pemrosesan computer terdiri dari:
1)      Penangan Data
2)      Penangan Kesalahan
3)      Database dan Perpustakaan software

Sebagian besar control database dapat diperoleh melalui penggunanaan system manajemen database.

3.      Kontrol Pengoperasian Sistem
Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan keamanan. Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi 5 area :
1.      Struktur organisasional
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis, programmer, dan personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.

2.      Kontrol perpustakaan
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.

3.      Pemeliharaan Peralatan
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer(CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang terjadwal / yang tak terjadwal.

4.      Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.

5.      Perencanaan Disaster
Mencakup rencana keadaan darurat, rencana backup, rencana record penting, dan rencana recovery.

CONTOH STUDI KASUS

Perang Jaringan Orang Cina dan Orang Amerika
Sebuah kelompok hacker AS yang disebut PoizonBox dituduh merusak lebih dari 350 situs web Cina dalam satu bulan. Kelompok ini juga diduga menyerang 24 situs web Cina, termasuk situs web delapan organisasi pemerintah Cina, dalam satu hari pada 30 April 2001. Hacker-hacker Cina kemudian mengumumkan Sixth Network War of National Defense dan menyerang situs-situs web AS, termasuk situs web organisasi pemerintah AS, selama satu minggu dari 30 April hingga 1 Mei 2001. Serangan tersebut membuat Pentagon meningkatkan status keamanan system komputernya dari INFO-CON NORMAL menjadi INFO-CON ALPHA. Pada 1 Mei 2001, Federal Bureau of Investigation’s National Insfrastructur Protection Center mengeluarkan peringatan bahwa hacker-hacker Cina menyerang situs web pemerintah dan perusahaan AS.
Sesudah perang jaringan, AS menyadari bahwa ancaman elektronik (seperti hacking) dapat menyebabkan banyak kerusakan pada organisasi pemerintah AS dan kemudian meningkatkan pertahanan terhadap cyberthreats dengan menambah anggaran keamanan informasi dan memperbaiki kebijakan informasi didalam organisasi pemerintah.




PERTEMUAN 10 & 11

SIKLUS HIDUP SISTEM
Siklus hidup sistem (system life cycle – SLC) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design. Tahapan dari siklus hidup sistem yaitu :
1.      Tahap Perencanaan
2.      Tahap Analisis
3.      Tahap Rancangan
4.      Tahap Penerapan
5.      Tahap Penggunaan


A.    DASAR PERENCANAAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Implementasi sistem informasi berbasis komputer merupakan aktivitas yang berskala luas yang melibatkan orang dan fasilitas yang banyak, uang dan peralatan dalam jumlah yang besar, dan waktu yang panjang. Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer juga mempunyai manfaat, yaitu:
·         Memberikan dasar pengontrolan.
·         Mendefinisikan lingkup proyek;
·         Mengatur urutan tugas;
·         Mengetahui bidang masalah yang potensial;

B.     SIKLUS HIDUP SISTEM
Siklus hidup sistem (system life cycle ± SLC) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design.
System Life Cycle terdiri dari lima fase yaitu :
1.      Fase Perencanaan
Fase ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan. Di sini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.

2.      Fase Analisis dan Desain
Ketika perencanaan selesai dan mekanisme pengendalian telah berjalan, tim proyek beralih pada analisis sistem yang telah ada. Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau diperbarui. Adapun tahapanya yaitu:
o   Mengumumkan Penelitian Sistem
o   Mengorganisasikan Tim Proyek
o   Mendefinisikan Kebutuhan Informasi
o   Mendefinisikan Kinerja Sistem
o   Menyiapkan Usulan Rancangan
o   Menerima atau Menolak Proyek Rancangan

3.      Fase Implementasi
Dalam tahap implementasi memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk :
§  Melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logikal ke dalam kegiatan yang sebenarnya dari sistem informasi yang akan dibangunnya atau dikembangkannya.
§  Mengimplementasikan sistem yang baru.
§  Menjamin bahwa sistem yang baru dapat berjalan secara optimal.

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah :
a.      Programming & Testing
Tujuan : Mengkonversikan perancangan logikal ke dalam kegiatan operasi coding         dengan menggunakan bahasa pemograman tertentu, dan mengetest semua program serta memastikan semua fungsi / modul program dapat berjalan secara benar.
Hasil : Coding program dan spesifikasi program.

b.      Training
Tujuan : Memimpin (conduct) pelatihan dalam menggunakan sistem persiapan lokasi latihan dan tugas-tugas lain yang berhubungan dengan pelatihan (buku-buku panduan sistem).
Hasil : Rencana pelatihan sistem, modul-modul katihan dan sebagainya.

c.       System Changeover
Tujuan : Merubah pemakaian sistem lama ke sistem bari dari sistem informasi yang berhasil dibangun.Perubahan sistem merupakan tanggungjawab team designer ke pemakai siste (user organization).
Hasil : Rencana (jadwal dan metode) perubahan sistem (contract).

4.      Fase Operasi
Tahap penggunaan terdiri dari 5 langkah, yaitu :
a.      Menggunakan system
Pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.

b.      Audit sistem
Setelah sistem baru mapan, penelitian formal dilakukan untuk menentukan seberapa baik sistem baru itu memenuhi kriteria kinerja. Studi tersebut dikenal dengan istilah penelaahan setelah penerapan (post implementation review). Hasil audit dilaporkan kepada CIO, SC MIS dan pemakai. Proses tersebut diulangi, mungkin setahun sekali, selama penggunaan sistem berlanjut.

c.       Memelihara sistem
Selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi dibuat sehingga sistem terus memberikan dukungan yang diperlukan. Modifikasinya disebut pemeliharaan sistem (sistem maintenance). Pemeliharaan sistem dilaksakan untuk 3 alasan, yakni :
v  Memperbaiki kesalahan
v  Menjaga kemutakhiran sistem
v  Meningkatkan sistem

d.      Menyiapkan usulan rekayasa ulang
Ketika sudah jelas bagi para pemakai dan spesialis informasi bahwa sistem tersebut tidak dapat lagi digunakan, diusulkan kepada SC MIS bahwa sistem itu perlu direkayasa ulang (reengineered). Usulan itu dapat berbentuk memo atau laporan yang mencakup dukungan untuk beralih pada suatu siklus hidup sistem baru. Dukungan tersebut mencakup penjelasan tentang kelemahan inheren sistem, statistik mengenai biaya perawatan, dan lain-lain.

e.       Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem
Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rekayasa ulang sistem dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak.

C.    PROTOTYPING
Prototype memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses akan menghasilkan prototype (prototyping). Adapun jenis-jenis Prototipe, yaitu :
Ø  Prototype jenis I, sesungguhnya akan menjadi sistem operasional.
Ø Prototype jenis II, merupakan suatu model yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional.

Daya tarik prototype, yaitu :
1.      Komunikasi antar analis sistem dengan pemakai membaik.
2.      Analis dapat bekerja dengan lebih baik dalam menentukan kebutuhan pemakai.
3.      Pemakai berperan lebih aktif dalam pengembangan sistem.
4.      Lebih efisien dan dapat menghemat biaya pengembangan.
5.      Penerapan lebih mudah.

Potensi kegagalan prototype, yaitu :
a.       Bersifat tergesa-gesa.
b.      Berharap sesuatu yang tidak realistis dari sistem operasionalnya.
c.       Prorotipe I tidak efisien terhadap sistem yang dikodekan dengan bahasa pemrograman.
d.      User interface tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.

Penerapannya mempunyai prospek yang baik, dengan karakteristik sebagai berikut :
ü  Risiko tinggi
ü  Pertimbangan interaksi pemakai
ü  Jumlah pemakai banyak
ü  Dibutuhkan penyelesaian yang cepat
ü  Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek
ü  Sistem yang inovatif
ü  Perilaku pemakai yang sukar ditebak.

Pengembangan Aplikasi Cepat (rapid application development – RAD)
RAD merupakan seperangkat strategi, metodologi dan peralatan yang terintegrasi dalam satu kerangka kerja menyeluruh (information engineering – IE). Metodologi RAD akan memberi respon yang cepat terhadap kebutuhan pemakai, tetapi dengan lingkup yang lebih luas.

Unsur-unsur penting RAD, yaitu :
1.      Manajemen, harus mendukung RAD sepenuhnya dan menyediakan lingkungan kerja yang   membuat kegiatan tersebut sangat menyenangkan.
2.      Manusia, dibentuk beberapa Tim yang terspesialisasi yang dikenal dengan istilah SWAT     (Skilled with advanced tools).
3.      Metodologi, yaitu siklus hidup RAD yang terdiri dari perencanaan kebutuhan, rancangan     pemakai, konstruksi, dan cutover.
4.      Peralatan, terdiri dari bahasa pemrograman generasi ke-4 dan peralatan CASE (computer     aided software engineering)

CONTOH STUDI KASUS :

Aplikasi Sistem Informasi Pembayaran Premi Asuransi Beasiswa Berencana Berbasis Web

Perkembangan dunia informasi dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan dan perkembangan. Hal tersebut didukung dengan berkembangnya teknologi yang semakin maju dan memadai. Sehingga informasi dapat di akses secara cepat, tepat, dan terkini, serta akurat.
Selain berdasarkan pada hal tersebut, penyajian suatu informasi juga perlu mendapatkan perhatian serius untuk menarik customer atau nasabah. Kemampuan komunikasi antara satu bidang dengan bidang lainnya di tempat yang berbeda (terpisah pada jarak yang jauh) merupakan salah satu ciri adanya perkembangan dalam dunia teknologi informasi.
Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 atau lebih dikenal AJB Bumiputera 1912 adalah perusahaan asuransi jiwa milik bangsa indonesia yang pertama dan tertua. AJB Bumiputera memiliki cabang yang tersebar di seluruh indonesia. Salah satu aktivitas yang penting dan sering dilakukan oleh AJB Bumiputera yang menjadi objek penulis adalah aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan penjualan premi. Penjualan premi merupakan sumber pendapatan material (premi) bagi perusahaan AJB Bumiputera yang sangat mempengaruhi operasional perusahaan karena penjualan premi merupakan sumber pendanaan operasional perusahaan.
Perusahaan tersebut mendapat permasalahan yang sering timbul diakibatkan informasi yang diberikan kepada nasabah tentang pembayaran premi yang harus dibayarkan. Petugas memberikan kuitansi premi kepada nasabah tentang jumlah premi yang harus dibayarkan secara door to door, Sehingga terkadang sering banyak nasabah yang terlambat dalam melakukan pembayaran karena keterlambatan petugas dalam memberikan kuitansi premi tersebut.
Dengan adanya permasalahan inilah penulis membuat website sebagai media optimalisasi dalam pembayaran premi asuransi pada AJB Bumiputera. Dalam pembuatan website ini penulis hanya membuat sistem informasi pembayaran Premi Asuransi Beasiswa Berencana. Sehingga website tersebut diharapkan dapat membantu dan meningkatkan penyampaian informasi, serta memudahkan nasabah untuk melihat jumlah tagihan preminya.
Sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, maka pengembangan sistem informasi pembayaran telah mengarah kepada penggunaan teknologi informasi berbasis web, dimana semua informasi yang ada dalam sistem dapat ditampilkan dengan menggunakan media Internet.



PERTEMUAN 12

MANAJEMEN SUMBER INFORMASI (IRM)

Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan & dapat dikelola seperti halnya sumber lain. IRM merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan sistem yang menghasilkan informasi yang berkualitas. IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.

A.    BERBAGAI PANDANGAN TENTANG IRM

IRM (Information Resources Manajemen) adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.

Jika ingin menerapkan IRM maka harus ada tiga unsur, yaitu CIO bagian computer melaporkan kepada pimpinan, lalu CIO turut ambil bagian dalam menyusun rencana untuk organisasi kemudian rencana jangka panjang itu dibuat untuk kebutuhan informasi. Tipe-tipe dari sumber informasi, yaitu Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas, database, software, hardware. Hubungan dengan CBIS adalah untuk memberi dukungan kpd manajer utuk mengontrol area operasinya. Terdapat pendekatan perencanaan strategis sumber daya informasi (strategic planning for information resources) atau SPIR. Hasil dari SPIR adalah suatu rencana yang mengidentifikasi kebutuhan sumber daya informasi bagi tiap subsistem CBIS untuk periode yang tercakup dalam jangka waktu perencaaan strategis.

Tipe-tipe dari sumber informasi : Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas, database, software, hardware.

B.     INFORMASI SEBAGAI SUMBER STRATEGIS
·         Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif.
Caranya : Dengan memfokuskan pada pelanggan & membangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungannya.
·         Arus Informasi antara perusahaan dan pelanggan :
1.      Informasi yang menerangkan kebutuhan produk
2.      Informasi yang menerangkan penggunaan produk
3.      Informasi yang menerangkan kepuasan produk

Keuntungan kompetitif dicapai apabila :
a.       Terjalinnya hubungan yang baik antara elemen-elemen
b.      Diperlukan arus informasi dengan semua elemen-elemen lingkungannya
c.       Pentingnya efisiensi operasi internal

IOS (Interorganizational Information System)
o   IOS merupakan sistem informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan
o   IOS fasilitator bertugas : menunjukkan para peserta bahwa dengan bekerja dalam sistem tsb mereka akan memperoleh keuntungan kompetitif.

CIO (Chief Information Officer)
§  Kepala bagian Informasi turut berperan dalam pembuatan keputusan penting dalam perusahaan & memberi laporan langsung ke eksekutif.
§  Sebutan lain dari CIO : Direktur SIM, Vice President SIM
Tugas CIO :
– Mempelajari bisnis & teknologinya
– Menjalin kemitraan dengan unit bisnis & manajemen
– Fokus memperbaiki proses bisnis dasar
– Memperkirakan biaya sistem informasi dalam bisnis
– Membangun kredibilitas dengan mengirim service yang terpecaya.

C.    PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK SUMBER-SUMBER INFORMASI

Jika informasi akan digunakan untuk mendapatkan keuntungan kompetitif. Ada tiga tahap yaitu :

1.      Era Perencanaan Pra Is Strategis
Yaitu perencanaan sumber informasi yang pertama dilakukan oleh manjer dari unit pelayanaan informasi.

2.      Era Spir Awal
Yaitu melakukan pedekataan atau cara top-down terhadap perencanaan dengan menyari bahwa langkah pertama adalah menentukan tujuan organisasi.

3.      Era Modern
Yaitu mengunakan sumber –sumber informasinya,namun status sumber-sumber tersebut juga mempengaruhi rencana strategis dari keseluruhan organisasi.

D.    MANAJEMEN DAN STRATEGI END USER COMPUTING

Tugas perusahan adalah untuk menetapkan kebijaksanaan End User Computing yang memberikan fleksibitas kepada pemakai untuk melakukan inovasi dalam pengunaan computer.namun juga harus menentapkan kotrol untuk memastikan bahwa penggunaan tersebut mendukung tujuan perusahaan. Perencanaan manajemen puncak dari suatu perusahaan yang akan menetapkan penggunaan komputerisasi yang akan berguna untuk mengetahui penciptaan sumber informasi dan pengelolaannya Information resources management (IRM), jika perusahaan akan menerapkan IRM maka harus ada tiga unsur, yaitu :

v  Eksekutif puncak bagian komputer melaporkan secara langsung kepada pimpinan yang disebut Chief Information Officer (CIO).
v  CIO turut ambil bagian dengan Eksekutif lain dalam menyusun rencana jangka panjang untuk organisasi.
v  Rencana jangka panjang harus dibuat agar kebutuhan informasi dapat memberi kepuasan pelayanan melalui komputerisasi personal.

CONTOH STUDI KASUS : SHUTTLE EXPRESS

Shuttle Express didirikan pada tahun 1979, bermula dari keinginan manajemen San Juan Airlines untuk menyediakan jasa transpotasi darat yang mengedepankan Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan (Safety, Service and Reliability). San Juan Airlines adalah perusahaan penerbangan komuter tertua yang dikenal sebagai perusahaan penerbangan yang paling handal dan aman. Berbekal reputasi dari San Juan Airlines dan hasil studi mengenai transportasi darat di AS saat itu, maka Shuttle Express didirikan dengan mengadopsi budaya keselamatan (safety) serta profesional dari San Juan Air. Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan (safety, service and reliability ) merupakan moto Shuttle Express yang menjadi dasar dalam pelaksanaan operasi bisnisnya. Moto ini membawa pengaruh terhadap pilihan strategi bisnis dari Shuttle Express dari tahun ke tahun.
Di sisi keselamatan Shuttle Express menekankan pada kelengkapan peralatan keselamatan dari armadanya, dan para pengemudinya selalu diwajibkan untuk mengemudi dengan aman dan selamat (defensive driving). Shuttle Express sangat memperhatikan pelayanan kepada pelanggan. Untuk memenangkan persaingan dengan perusahaan sejenis, Shuttle Express selalu memperhatikan hal-hal yang mendasar dan sederhana seperti mobil selalu dalam keadaan bersih, pegawai berseragam lengkap, membuka pintu, membawakan bagasi penumpang dan detail perhatian-perhatian lainnya dari pengemudi dan staff perusahaan kepada pelanggannya. Kehandalan dicapai dengan memperhatikan ketepatan waktu, skedul pengemudi, jadwal perjalanan dan ketepatan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Untuk mendeliver tujuan-tujuan diatas, Shuttle Express terus memperbaiki proses dan sistem bisnisnya.
Pertumbuhan perusahaan dari sisi jumlah armada, pegawai, dan pelanggan dikombinasikan dengan perubahan-perubahan lingkungan eksternal mengakibatkan proses dan sistem bisnis yang tadinya sangat mendukung, sejalan dengan pertumbuhan berubah menjadi kendala bagi perusahaan untuk berkembang. Manajemen Shuttle Express menyadari hal ini, Salah satu enabler yang mereka gunakan untuk mengantisipasai perubahan-perubahan dan tetap mencapai tujuan-tujuan perusahaan adalah melalui penerapan teknologi informasi. Dengan penerapan teknologi yang tepat kemampuan Shuttle Express untuk menangkap peluang pasar dengan efektif dan menguntungkan semakin besar.